ilustrasi khotbah tentang kepedulian
IlustrasiKhotbah. Pencarian Khusus. Topik : Kepedulian Sosial. 20 Januari 2003 Tegakkan Keadilan. Nats Bertahun-tahun lalu saya mendengar tentang seorang pria lanjut usia yang mengalami kemunduran kemampuan intelektual stadium awal. Ia meratapi kenyataan bahwa ia acap kali lupa akan Allah.
Unduhfoto Wanita Yang Peduli Dengan Kulitnya ini sekarang. Dan cari lebih banyak gambar stok bebas royalti yang menampilkan Anak muda - Dewasa foto yang tersedia untuk diunduh dengan cepat dan mudah di perpustakaan iStock.
ILUSTRASI: KUPU - KUPU. Sebagai manusia kita lebih suka memilih kemudahan daripada kesulitan. Padahal kesulitan adalah sarana pembentuk jiwa kita agar lebih tangguh. Seperti kisah seorang pemuda dan kupu - kupu yang saya bagikan di blog DEAR PELANGI kali ini. Seorang pemuda menemukan kepompong seekor kupu-kupu.
IlustrasiKhotbah. Pencarian Khusus. Namun, pikirkanlah apa yang Anda ketahui tentang Dia. Tak peduli siapa Anda atau apa yang telah Anda lakukan, Dia mengasihi Anda (Roma 5:8; 1 Yohanes 4:7-11). Dia tidak akan pernah membiarkan atau meninggalkan Anda (Yohanes 14:18; Ibrani 13:5).
KepedulianTuhan Atas Dukacita. Lukas 7:11-17. Pendahuluan. Kita tidak dapat menyangkali satu fakta yaitu betapa sulitnya hidup di dalam dunia ini. Pencobaan, masalah, serta dukacita itu seakan tidak pernah terpisah dari kehidupan kita. Kadang di saat kita sedang dalam kebahagiaan, dukacita datang mengambil kebahagiaan kita. Bahkan tidak jarang
Jeux En Ligne Pour Rencontrer Des Gens. Youtube Channel Subscribe Advertisement Featured Post Total Tayangan Halaman Popular Posts Iman yang Semakin Dikuatkan Ilustrasi Khotbah Kristen "Ilustrasi Khotbah Kristen mengenai Iman dan Ketaatan" Alkisah, suat... Percaya Kuasa Doa Ilustrasi Khotbah Kristen "Kisah berdoa setiap pukul 9 pagi" "Ilustrasi khotbah Kristen mengenai kuasa do... Comments Recent Popular Iman yang Semakin Dikuatkan Ilustrasi Khotbah Kristen "Ilustrasi Khotbah Kristen mengenai Iman dan Ketaatan" Alkisah, suat... Percaya Kuasa Doa Ilustrasi Khotbah Kristen "Kisah berdoa setiap pukul 9 pagi" "Ilustrasi khotbah Kristen mengenai kuasa do... Orang Bijak Cari Tahu Sumbernya Ilustrasi Khotbah Kristen – Yakobus 311 Image by Thomas B. from Pixabay “Ilustrasi K hotbah ... Comments Archive
Ilustrasi Kunci Jawaban PAI Kelas 11 Bab 8, Foto Unsplash Cathryn LaveryAgama merupakan pelajaran yang berkaitan dengan kepercayaan dan Ketuhanan. Inilah mengapa pelajaran ini penting untuk dipahami siswa. Siswa pun bisa mempelajari contoh soal dan kunci jawaban PAI kelas 11 bab 8 agar semakin paham dengan pelajaran berbabagi soal yang terdapat dalam bab 8, seperti soal mengenai khotbah dan tablig. Soal-soal tersebut bisa berupa pilihan ganda atau dan Kunci Jawaban PAI Kelas 11 Bab 8Ilustrasi Kunci Jawaban PAI Kelas 11 Bab 8, Foto Unsplash Alvaro SerranoBerikut contoh soal dan kunci jawaban PAI kelas 11 bab 8 yang dikutip dari buku Pasti Bisa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/MA Kelas XI, Tim Duta 201893-951. Ajakan dengan menyeru orang lain agar meningkatkan kualitas ketakwaan dan keimanannya dengan cara menyampaikan pesan keagamaan sesuai rukun dan syarat tertentu adalah pengertian ….2. Jelaskan perbedaan khotbah Jumat dengan khotbah Idul Fitri!Khotbah Jumat dilaksanakan pada waktu Zuhur, khotbah Idul Fitri dilaksanakan pada waktu pagi menjelang waktu Duha pada tanggal 1 Syawal. Khotbah Jumat dilakukan sebelum melaksanakan salat, sementara khotbah Idul Fitri dilakukan setelah Tulislah rukun khotbah!Rukun khotbah ada enam, yaitu sebagai Membaca dua kalimat syahadatc. Membaca salawat untuk Nabi Muhammad SAWd. Menyampaikan wasiat takwa kepada jamaahe. Membaca ayat Al-Qur’an dalam salah satu khotbah terutama pada khotbah pertamaf. Berdoa memohon ampunan untuk kaum muslimin pada khotbah yang kedua4. Tablig berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata ballaga-yuballigu, artinya adalah ….5. Tulislah pengertian tablig secara bahasa dan secara istilah!Tablig secara bahasa berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata ballaga-yuballigu yang artinya menyampaikan. Pengertian tablig secara istilah, yaitu menyampaikan perintah dan larangan Allah soal dan kunci jawaban PAI kelas 11 bab 8 di atas bisa dijadikan bahan belajar siswa di rumah. Selain itu, siswa juga bisa menambah latihan soal dari referensi lainnya untuk meningkatkan pemahaman tentang Agama Islam. LOV
Saya bersyukur atas kesempatan untuk berada bersama Anda hari ini di Pusat Konferensi yang megah ini. Sebesar jemaat ini adanya, adalah merendahkan hati untuk menyadari bahwa ini hanyalah sejumlah kecil dari jutaan orang yang masih akan melihat, mendengar, dan membaca kata-kata yang diucapkan dalam konferensi yang besar ini. Tentu saja, kita akan merindukan Presiden Gordon B. Hinckley yang terkasih. Meskipun demikian, kita semua adalah orang-orang yang lebih baik, karena pengaruhnya. Gereja lebih kuat karena bimbingannya. Sesungguhnya dunia ini adalah tempat yang lebih baik karena ada pemimpin hebat seperti Presiden Gordon B. Hinckley. Saya ingin mengucapkan beberapa patah kata mengenai Presidensi Utama kita yang baru. Saya telah mengenal Presiden Monson lama sekali. Dia adalah pria Israel hebat yang dipratahbiskan untuk memimpin Gereja ini. Dia sangat dikenal karena kisah-kisah dan perumpamaannya yang menarik dan kita yang mengenalnya dengan akrab memahami bahwa kehidupannya adalah contoh praktis dan luar biasa dari penerapan terhadap kisah-kisah tersebut. Sementara ini merupakan pujian baginya dimana banyak orang hebat dan termasyhur di dunia ini mengenal dan menghormatinya, barangkali bahkan ini menjadi penghormatan yang lebih besar dimana banyak orang yang rendah hati menyebutnya “teman.” Pada dasarnya, Presiden Monson adalah orang yang murah hati dan penuh belas kasih. Kata-kata dan tindakannya memperlihatkan kepeduliannya terhadap orang lain. Presiden Eyring adalah pria yang arif, terpelajar, dan rohani. Dia dikenal dan dihormati bukan hanya di Gereja namun oleh mereka yang bukan dari kepercayaan kita. Dia orang yang baik yang, ketika berbicara, semua orang mendengarkannya. Dia menambah nama baik keluarga, “Eyring.” Saya mengenal Presiden Uchtdorf ketika saya melayani sebagai Presiden Area di Eropa. Sejak saat saya berjumpa dengannya saya mengenali di dalam dirinya seseorang yang sangat rohani dan berkemampuan luar biasa. Saya tahu Tuhan memerhatikannya. Dua puluh tiga tahun lalu, saya berkesempatan menyampaikan panggilan Tuhan kepadanya untuk melayani sebagai presiden wilayah di Frankfurt, Jerman. Ketika saya memerhatikan tahun-tahun itu, saya telah melihat bahwa semua hal di bawah arahannya telah berhasil. Tuhan menyertainya. Ketika saya memikirkan tentang Presiden Uchtdorf, muncul di benak saya kata alles wohl—dalam bahasa Jerman itu berarti “segalanya akan baik.” Murid-murid sejati Yesus Kristus telah senantiasa peduli terhadap orang lain. Yesus Kristus adalah teladan terhebat kita. Dia dikelilingi oleh orang banyak dan berbicara kepada ribuan orang, dan Dia senantiasa memiliki kepedulian bagi orang lain. “Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang,”1 Dia berfirman. “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun, dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?”2 Petunjuk ini berlaku bagi semua orang yang mengikuti-Nya. Kita diperintahkan untuk mencari mereka yang hilang. Kita adalah penjaga saudara kita. Kita tidak dapat mengabaikan tugas ini yang diberikan oleh Juruselamat kita. Kita harus peduli terhadap orang lain. Hari ini, saya ingin berbicara mengenai mereka yang hilang—beberapa karena mereka berbeda, beberapa karena mereka kelelahan, dan beberapa karena mereka telah tersesat. Beberapa orang hilang karena mereka berbeda. Mereka merasa seolah mereka tidak dilibatkan. Barangkali karena mereka berbeda, mereka menemukan diri mereka menjauh dari kelompok. Mereka mungkin melihat, bertindak, berpikir, dan berbicara secara berbeda daripada orang-orang yang ada di sekeliling mereka dan bahwa kadang-kadang menyebabkan mereka beranggapan mereka tidak cocok di situ. Mereka berkesimpulan bahwa mereka tidak dibutuhkan. Terkait dengan kesalahpahaman ini adalah kepercayaan yang keliru bahwa semua anggota Gereja hendaknya melihat, berbicara, dan terlihat sama. Tuhan tidak mengisi bumi dengan orkestra yang bersemangat dari personalitas-personalitas hanya untuk menghargai piccolo [suling] dunia. Setiap alat musik adalah berharga dan menambah keindahan yang kompleks dari sebuah simfoni. Semua anak Bapa Surgawi berbeda dalam beberapa hal, namun masing-masing memiliki suara indahnya sendiri yang menambah keutuhan dan kekayaan pada semuanya. Keragaman ciptaan itu sendiri merupakan kesaksian tentang bagaimana Tuhan menghargai semua anak-Nya. Dia tidak menganggap satu daging lebih tinggi dari yang lain namun Dia, “mengundang mereka semua untuk datang kepada-Nya dan mengambil bagian dalam kebaikan-Nya; dan Ia tidak menyangkal seorang pun yang datang kepada-Nya, baik hitam maupun putih, budak maupun orang merdeka, orang laki-laki maupun perempuan … semua sama bagi Allah.”3 Saya ingat semasa kecil, ada seorang anak lelaki yang lebih besar yang cacat secara jasmani dan mental. Dia mengalami kesulitan dalam berbicara dan berjalan pun sulit. Anak-anak lelaki biasa mengejeknya. Mereka menggoda dan mencemoohnya sampai kadang-kadang dia mau menangis. Saya masih dapat mendengar suaranya “Kalian bersikap tidak baik kepada saya,” ujarnya. Dan mereka masih mengejeknya, mendorongnya, serta mengolok-oloknya.” Suatu hari, saya tidak tahan lagi. Meskipun saya baru berusia tujuh tahun, Tuhan memberi saya keberanian untuk berdiri di depan teman- teman saya. “Jangan menyentuhnya,” saya berkata kepada mereka. “Berhentilah mengejeknya. Jadilah baik hati. Dia adalah anak Allah!” Teman-teman saya mundur dan pergi. Saya mempertanyakan saat itu apakah keberanian saya akan membahayakan hubungan saya dengan mereka. Sejak hari itu, teman-teman saya dan saya menjadi lebih dekat. Mereka memperlihatkan belas kasih yang meningkat terhadap anak lelaki itu. Mereka menjadi umat manusia yang lebih baik. Sepengetahuan saya, mereka tidak pernah lagi mengolok-oloknya. Brother dan sister, seandainya kita memiliki lebih banyak belas kasih kepada mereka yang berbeda dari kita itu akan mengurangi banyak masalah dan penderitaan di dunia zaman sekarang. Itu sesungguhnya menjadikan keluarga kita dan Gereja tempat yang lebih kudus dan surgawi. Beberapa orang hilang karena mereka kelelahan. Adalah mudah untuk merasa kewalahan. Dengan semua tekanan dan tuntutan di zaman kita dan stres yang kita hadapi setiap hari, tak ayal kita menjadi lelah. Banyak orang merasa kecewa karena mereka tidak mencapai potensi mereka. Yang lain hanya merasa terlalu lemah untuk berkontribusi. Demikian juga, sewaktu kelompok maju, tahap demi tahap—nyaris tak kelihatan—beberapa orang tertinggal. Semua orang merasa letih dan lelah pada suatu waktu atau di waktu lainnya. Saya sepertinya merasa menjadi lebih letih sekarang dibanding saat muda dahulu. Joseph Smith, Brigham Young, bahkan Yesus Kristus mengetahui apa artinya menjadi letih. Saya tidak bermaksud meremehkan beban yang para anggota Gereja pikul di atas pundak mereka ataupun menganggap enteng kesulitan-kesulitan emosi dan rohani yang mereka hadapi. Beban ini dapat menjadi berat dan sering kali sulit untuk dipikul. Meskipun demikian, saya memiliki kesaksian mengenai kuasa yang memperbarui dalam Injil Yesus Kristus. Nabi Yesaya menyatakan bahwa Tuhan, “memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.”4 Ketika saya merasa letih, saya ingat perkataan Nabi Joseph Smith “Apakah kita tidak akan melanjutkan pekerjaan yang begitu besar ini? Ayo maju dan jangan mundur. Tabahlah, saudara-saudara; dan maju, maju menuju kemenangan! Biarlah hatimu bersukacita dan menjadi sangat gembira. Biarkan bumi mengumandangkan nyanyian …. Biarlah segala kayu dan pohon di hutan memuji Tuhan … dan biarlah semua putra Allah bersorak gembira!”5 Kepada Anda para anggota Gereja yang mundur karena merasa tidak mampu, saya mohon kepada Anda untuk maju terus, mari kita kerjakan bersama, dan maju. Meskipun Anda merasa bahwa kekuatan Anda dapat bertambah sedikit, Gereja membutuhkan Anda. Tuhan membutuhkan Anda. Ingatlah bahwa Tuhan sering memilih “hal-hal yang lemah dari dunia” untuk memenuhi Kepada semua yang lelah, biarlah kata-kata hiburan Juruselamat menenteramkan Anda “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”7 Marilah bersandar pada janji itu. Kuasa Allah dapat mengisi jiwa dan raga Anda dengan energi serta kekuatan. Saya mengimbau Anda untuk mencari berkat dari Tuhan. Mendekatlah kepada-Nya dan Dia akan mendekat kepada Anda, karena Dia telah menjanjikan hal itu “orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”8 Sewaktu kita memperlihatkan kepedulian kepada mereka yang lelah, kita “membantu yang lemah, mengangkat tangan yang terkulai dan menguatkan lutut yang lemah.”9 Para pemimpin Gereja yang peduli menyadari keterbatasan individu, namun ingin mendayagunakan para anggota dengan segala kekuatan dan kemampuan mereka. Para pemimpin mengajar serta menyokong namun tidak memaksa untuk berlari atau “bekerja lebih cepat daripada” kekuatan yang mereka Ingatlah, kadang-kadang mereka yang memulai dengan lambat akhirnya mencapai tujuan yang paling jauh. Beberapa orang hilang karena mereka telah tersesat. Terkecuali Tuhan, kita semua melakukan kesalahan. Pertanyaannya bukan apakah kita akan berjalan dan terjatuh melainkan, bagaimana kita akan menanggapi? Beberapa orang setelah melakukan kesalahan meninggalkan kelompok. Ini patut disayangkan. Tahukah Anda bahwa Gereja adalah tempat bagi orang-orang yang tidak sempurna untuk berkumpul bersama—bahkan dengan semua kelemahan fana mereka—dan menjadi lebih baik? Setiap hari Minggu di setiap gedung Gereja di seluruh dunia, kita menemukan para pria, wanita, dan anak-anak yang fana dan tidak sempurna yang bertemu bersama dalam tali persaudaraan dan kasih yang berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik, belajar tentang Roh, serta memberikan dorongan semangat dan dukungan kepada orang lain. Saya tidak melihat tanda apa pun di pintu gedung Gereja yang berbunyi, “Entre Ketat Hanya Orang-Orang Sempurna yang Diizinkan Masuk.” Karena ketidaksempurnaan kita, kita membutuhkan Gereja Tuhan. Di sanalah ajaran-ajaran penebusan-Nya diajarkan dan tata cara-tata cara penyelamatan-Nya dilaksanakan. Gereja mengimbau dan memotivasi kita untuk menjadi orang yang lebih baik dan lebih bahagia. Itu juga merupakan tempat kita untuk melibatkan diri dalam pelayanan kepada sesama. Tuhan mengetahui kita akan melakukan kesalahan. Itulah sebabnya Dia menderita bagi dosa-dosa kita. Dia ingin kita mencoba lagi dan berusaha melakukan dengan lebih baik. Ada sukacita di antara para malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat. Kepada Anda yang telah tersesat karena Anda tersinggung, dapatkah Anda menyingkirkan sakit hati dan kemarahan Anda? Dapatkah Anda mengisi hati Anda dengan kasih? Ada sebuah tempat bagi Anda di sini. Datang, dan bergabunglah dalam kelompok ini, fokuskan kemampuan, bakat, serta keterampilan Anda. Anda akan menjadi lebih baik bagi hal itu, dan orang lain akan diberkati melalui teladan Anda. Kepada mereka yang telah tersesat karena masalah ajaran, kita tidak dapat menyesal karena kebenaran. Kita tidak dapat mengingkari ajaran yang diberikan kepada kita oleh Tuhan Sendiri. Mengenai asas ini kita tidak dapat kompromi. Saya paham bahwa kadang-kadang orang tidak setuju dengan ajaran. Mereka bahkan menganggapnya sebagai kebodohan. Namun, saya mengulangi perkataan Rasul Paulus, yang menyatakan bahwa kadang-kadang hal-hal rohani dapat muncul sebagai kebodohan bagi manusia. Meskipun demikian, yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya daripada manusia.”11 Dalam kebenaran, hal-hal dari roh dinyatakan melalui roh. “Manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.”12 Kita bersaksi bahwa Injil Yesus Kristus ada di bumi ini di zaman sekarang. Dia mengajarkan ajaran Bapa-Nya, “Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku Sendiri.”13 Saya tahu bahwa Anda masing- masing memiliki kepedulian terhadap orang-orang terkasih. Berilah dorongan semangat, pelayanan, dan dukungan kepada mereka. Kasihilah mereka. Dalam beberapa hal, mereka akan kembali. Dalam hal lain, mereka tidak akan kembali. Namun, dalam semua hal, marilah kita tetap layak untuk nama yang kita ambil bagi diri kita, yaitu nama Yesus Kristus. Bagi semua yang menghuni bumi yang indah ini, saya mengangkat suara saya dan memberikan kesaksian yang khusyuk bahwa Allah hidup bahwa Yesus adalah Kristus, Juruselamat dan Raja kita! Dia memulihkan kebenaran-Nya dan Injil-Nya melalui Nabi Joseph Smith. Dia berbicara kepada para nabi dan rasul-Nya. Presiden Thomas S. Monson adalah yang diurapi Tuhan dan membimbing Gereja-Nya dewasa ini, saya bersaksi dalam nama Yesus Kristus, amin.
Buku ini saya persembahkan kepada setiap pembaca yang ingin memahami Alkitab sebagai satu-satunya Kitab Suci yang diwahyukan oleh sang Pencipta sebagai Firman Allah yang hidup dan kekal dengan tujuan menuntun manusia kembali pulang kepada Allah yang Empunya kehidupan dan memiliki hidup yang kekal 2 Tim 315. Hidup kekal artinya memiliki persekutuan yang kekal dengan Allah di Kerajaan-Nya yang akan datang Yoh 141-3. Tuhan Yesus pasti akan datang kembali dan kehendak-Nya agar orang-orang yang percaya kepada-Nya memiliki kehidupan yang sempurna, suci dan tak bercacat dengan menghasilkan buah-buah kebenaran untuk dipersembahkan kepada-Nya. Paulus meminta kepada orang-orang percaya dalam surat Filipi 19-11 dikatakan,”Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah”. Akhirnya, saya mengucapkan kepada Saudara selamat belajar dan bertumbuh serta melayani Kristus. Kiranya buku ini menjadi peta perjalanan iman Saudara hingga mencapai kesempurnaan di dalam Kristus. Tuhan Yesus memberkati.
Hidup Saling PEDULI dan BERBAGI Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh syukur karena ada teman berbagi. Sahabat, Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk sosial, yang harus saling tolong menolong, saling berbagi, saling melengkapi, prinsipnya saling dibutuhkan dan membutuhkan. Maka jauh-jauh hari Salomo sudah mengingatkan kita, “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!” Pengkhobah 49-10 Sahabat, pengalaman hidup kita bercerita bahwa ada kalanya kita butuh dikuatkan, sebaliknya ada kalanya kita bisa menguatkan. Tidak ada manusia yang sempurna, 100% kuat dan sanggup mengatasi segalanya sendirian. Karena itu Rasul Paulus, mengharap dengan sangat, “… marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.” Ibrani 1024. Rasul Paulus sungguh menyadari bahwa kita akan menjadi lemah dan lebih mudah jatuh jika kita tidak saling memerhatikan dan saling mendorong satu sama lain. Sesungguhnya ada cukup banyak kisah di Alkitab yang mengisyaratkan agar kita bekerjasama satu sama lain untuk mencapai satu tujuan. Sahabat, saya ajak membaca kisah ketika seorang yang lumpuh ingin menjumpai Yesus di Kapernaum seperti yang tertulis dalam Markus 21-12. Si lumpuh digotong oleh empat orang temannya. Tetapi mereka tidak dapat masuk ke rumah karena digambarkan dalam ayat 2, orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Begitu banyak orang mengerumuni Yesus, sehingga tidak mungkin mereka bisa menerobos kerumunan. Tapi akhirnya dia mampu bertemu Yesus dan disembuhkan. Bagaimana caranya? Dikisahkan dalam ayat 4, ternyata keempat orang tersebut membuka atap yang berada di atas Yesus berdiri; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Bagaimana jadinya jika seandainya si lumpuh tidak mempunyai teman. Dia tidak akan sempat bertemu muka dengan Yesus dan mendapat mukjizat kesembuhan. Sahabat, ketika Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk mewartakan kabar baik, kita membaca mereka diutus bukan untuk berjalan sendirian, tapi berdua-dua Markus 67. Iman kita akan lebih gampang merosot dan melemah jika kita menghadapi masalah demi masalah sendirian. Tapi dengan adanya teman-teman yang saling berbagi, kita akan lebih mampu bertahan dan tetap kuat. Betapa pentingnya sebuah kebersamaan yang saling membantu, saling mengingatkan, dan saling merupakan bagian dari kasih yang seharusnya memenuhi hati orang percaya. Situasi dan kondisi saat ini sangat berat. Masalah yang mesti kita hadapi tidak ringan dan lama kelamaan mampu membuat iman kita memudar. Orang bisa hilang pengharapan jika didera masalah terus menerus. Karena itu kita diwajibkan untuk saling tolong menolong, dan dengan demikian itu artinya kita telah memenuhi hukum Kristus Galatia 62 Ingatlah! Sahabat, jalinlah hubungan dengan anggota-anggota tubuh Kristus lainnya dalam persekutuan-persekutuan, baik di gereja, di kantor, di sekolah, di lingkungan dan lain sebagainya. Kembangkan hidup saling peduli dan saling berbagi. Fokuslah pada keselamatan dan kesejahteraan bersama. Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong dan mengangkat kita. pg.
ilustrasi khotbah tentang kepedulian